This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 15 Agustus 2014

yulis

Nana   : yuli setiyaningsih
Kelas  : X IIS 5
Absen : 39


OBSERVASI
memproduksi teks hasil observasi
Dalam hal membuat teks hasil observasi terlebih dahulu kita harus memperhatikan hal-hal berikut : 
1.   mengamati objek yang akan kita observasi.objek yang diamati haruslah objek tunggal
2.   mencatat data yang diperlukan.
3.   data yang dicatat haruslah data yang akurat sesuai pengamatan
4.    data yang disajikan hasil penelitian terkini.
5.   jika diperlukan dapat melakukan wawancara dengan narasumber sebagai bukti penguat dan referensi.

setelah hal-hal diatas sudah sesuai, tinggal kita membuat teks laporan hasil observasi. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut.
1.   dalam penyusunan laporan hasil observasi kita harus menyusun teks sesuai dengan struktur teks laporan.
2.   sesuaikan dengan kaidah-kaidah((ciri-ciri) teks laporan hasil observasi.
3.   dalam penulisan laporan hasil observasi harus terdapat kalimat diskripsi dan kalimat difinisi.
4.   jika terdapat referensi yang lain sumber harus ditulis dalam laporan tersebut.
5.   tidak terdapat pandangan penlis atau simpulan.

struktur Laporan Observasi dan ciri-ciri Laporan Observasi
 STRUKTUR LAPORAN OBSERVASI
1.   Judul = dibuat semenarik mungkin dan bersifat singkat padat dan jelas.
2.   Klasifikasi Umum : 1. Pendahuluan    = berisi gambaran umum tentang objek yang akan diamati
3.   Aspek Yang Diamati : 1. Pelaksanaan, 2. Isi, 3. Kesimpulan dan Saran 




CIRI-CIRI LAPORAN OBSERVASI
1.   Bersifat Global
2.   Sesuai dengan Fakta
3.   Dinyatakan dengan hubungan berjenjang

LAPORAN OBSERVASI
Hiu Paus (Whale Shark)
          Hiu Paus atau Whale shark (Rhincodon typus) merupakan ikan hiu terbesar dan ikan terbesar di dunia. Hiu ini disebut hiu paus karena ukuran tubuhnya yang sangat besar dan bentuk kepalanya tumpul mirip paus. Namun ikan ini tidak dikelompokkan dalam jenis paus. Panjangnya bisa mencapai 14 meter dengan berat 15 ton. Ukuran rata-ratanya sekitar 7.6 m.
          Hiu paus memiliki mulut besar yang lebarnya bisa sampai 1,4 meter. Mulutnya berada di ujung moncongnya, bukan pada bagian bawah kepala seperti ikan hiu pada umumnya. Ia memiliki kepala, lebar datar, moncong bulat, mata kecil, 5 celah insang yang sangat besar, 2 sirip punggung, dan 2 sirip dada (di sisi-sisinya). Hiu paus memiliki 3.000 gigi yang sangat kecil tetapi jarang digunakan. Hiu paus merupakan penyaring makanan (filter feeder) menggunakan insangnya yang besar.
          Hiu paus memiliki warna tubuh dengan corak khas yaitu berbintik dan bergaris kuning muda dengan pola acak pada kulitnya yang berwarna abu-abu tua. Kulitnya sangat tebal mencapai 10 cm. Ekornya memiliki sirip bagian atas jauh lebih besar daripada sirip sirip bagian bawah.
          Meskipun ikan ini namanya hiu paus, namun ikan ini tidak menakutkan karena makanan utamanya adalah plankton. Ikan ini makan dengan menyaring air laut menyerupai kebanyakan jenis paus. Disebut pula dengan nama hiu tutul merujuk pada pola warna di punggungnya yang bertotol-totol, serupa bintang di langit.
          Ikan ini dapat hidup di dekat pantai maupun di lepas pantai. Namun, menghabiskan lebih banyak hidupnya di dekat permukaan air. Hal tersebut berkaitan erat dengan makanannya yaitu plankton dan biota kecil lainnya yang berada di permukaan. Hiu Paus merupakan hewan yang soliter, sehingga sangat jarang ditemukan dalam kumpulan yang besar. Hiu paus mempunyai persebaran yang luas dan hidup di perairan panas di lintang ±30-40 derajat (daerah Equator. Taman Nasional Laut Teluk Cendrawasih menjadi salah satu habitat hiu paus di dunia. Lebih 50 ekor hiu paus dapat dijumpai di lautan Kwantisore.


STRUKTUR TEKS LAPORAN OBSERVASI
Pernyataan umum
Hiu Paus atau Whale shark (Rhincodon typus) merupakan ikan hiu terbesar dan ikan terbesar di dunia.
Aspek yang dilaporkan
Hiu paus memiliki mulut besar yang lebarnya bisa sampai 1,4 meter.
Aspek yang dilaporkan
Hiu paus memiliki warna tubuh dengan corak khas yaitu berbintik dan bergaris kuning muda dengan pola acak pada kulitnya yang berwarna abu-abu tua.
Aspek yang dilaporkan
Meskipun ikan ini namanya hiu paus, namun ikan ini tidak menakutkan karena makanan utamanya adalah plankton
Aspek yang dilaporkan
Ikan ini dapat hidup di dekat pantai maupun di lepas pantai.

       A.   Struktur Teks
1.    Pernyataan umum yang menerangkan subjek laporan, keterangan dan klasifikasinya.
2.    Aspek/anggota yang dilaporkan (deskripsi)

B.   Ciri Kebahasaan
    Menggunakan :
1.    Kata Benda (Nomina)  seperti hiu paus, Taman Nasional Laut Teluk Cendrawasih
2.    Verba dan frase verbal untuk menjelaskan ciri, misalnya makanan utamanya adalah plankton ( ciri ini berlaku untuk jenis paus )
3.    Verba aktif dalam menjelaskan perilaku, misalnya Ikan ini dapat hidup di dekat       pantai maupun di lepas pantai.
4.    Istilah misalnya filter feeder (penyaring makanan), plankton, soliter
5.     Paragraf dengan topic sentences (kalimat utama) untuk menyusun sebuah informasi (setiap aspek yang dilaporkan diperinci dalam beberapa paragraf)






























pertanyaan berikut berkenan dengankonjungsi.Dalam menyusun sebuah teks laporan hasil observasi sangat diperlukan konjungsi.Untuk itu,kamu diminta mengidentifikasi deskripsi yang di dalamnya terdapat konjungsi.Dalam bahasa indonesia terdapat konjungsi penambahan (dan,juga),perlawanan (tetapi),pilihan (atau),dan sebab-akibat (sehingga).Untuk memahami pemakaian konjungsi dalam bahasa indonesia,berikut ini ditampilkan 1 contoh.Kemudian,kamu diminta mencari 5 contoh yang dapat kamu cari dalam teks itu atau dari teks lain

1.Penambahan (dan)
contoh; setiap hari kamis sepulang sekolah.Sinta berlatih menari dan menyanyi
a.
b.
c.
d.
e.

2,perlawanan (tetapi)
contoh;seminggu yang lalu,Sinta menanam pohon melati,tetapi pohin itu layukarena diserang serangga
a.
b.
c.
d,
e.

3.sebab-akibat(sehingga)
contoh;bunga melati yang ditanam edo selalu disiram sehingga pohon itu tumbuh subur dan cepat berbunga
a.
b.
c.
d.
e.

4.pemilihan (atau)
contoh; setelah lulus SMP,Budi masih bingung akan meneruskan sekolah ke SMA atau SMK
a.
b.
c.
d.
e.






Sabtu, 19 Februari 2011

PARAGRAF DAN WACANA

Definisi Paragraf


Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal juga dengan nama lain alinea. Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi. Demikian pula dengan paragraf berikutnya mengikuti penyajian seperti paragraf pertama.

Jenis Paragraf
Beberapa penulis seperti Sabarti Akhadiah, Gorys Keraf, Soedjito, dan lain-lain membagi paragraf menjadi tiga jenis.
 Kriteria yang mereka gunakan adalah sifat dan tujuan paragraf tersebut. Berdasarkan hal tersebut, 
jenis paragraf dibedakan sebagai berikut.
1.Jenis Paragraf Berdasarkan Sifat dan TujuannyaKeraf (1980:63-66) memberikan penjelasan tentang jenis paragraf berdasarkan sifat dan tujuannya sebagai berikut.
  (a) Paragraf PembukaTiap jenis karangan akan mempunyai paragraf yang membuka atau menghantar karangan itu, atau menghantar pokok pikiran dalam bagian karangan itu. Oleh Sebab itu sifat dari paragraf semacam itu harus menarik minat dan perhatian pembaca, serta sanggup menyiapkan pikiran pembaca kepada apa yag sedang diuraikan. Paragraf yang pendek jauh lebih baik, karena paragraf-paragraf yang panjang hanya akan meimbulkan kebosanan pembaca.
  (b) Paragraf PenghubungParagraf penghubung adalah semua paragraf yang terdapat di antara paragraf pembuka dan paragrafpenutup.Inti persoalan yang akan dikemukakan penulisan terdapat dalam paragraf-paragraf ini. Oleh Sebab itu dalam membentuk paragraf-paragraf penghubung harus diperhatikan agar hubungan antara satu paragraf denganparagraf yang lainnya itu teratur dan disusun secara logis.Sifat paragraf-paragraf penghubung bergantung pola dari jenis karangannya. Dalam karangan-karangan yang bersifat deskriptif, naratif, eksposisis, paragraf-paragraf itu harus disusun berdasarkan suatu perkembangan yang logis. Bila uraian itu mengandung pertentangan pendapat, maka beberapa paragraf disiapkan sebagai dasar atau landasan untuk kemudian melangkah kepada paragraf-paragraf yang menekankan pendapat pengarang.
  (c) Paragraf PenutupParagraf penutup adalah paragraf yang dimaksudkan untuk mengakhiri karangan atau bagian karangan. Dengan kata lain, paragraf ini mengandung kesimpulan pendapat dari apa yang telah diuraikan dalam paragraf-paragraf penghubung.Apapun yang menjadi topik atau tema dari sebuah karangan haruslah tetap diperhatikan agar paragraf penutup tidak terlalu panjang, tetapi juga tidak berarti terlalu pendek. Hal yang paling esensial adalah bahwaparagraf itu harus merupakan suatu kesimpulan yang bulat atau betul-betul mengakhiri uraian itu serta dapat menimbulkan banyak kesan kepada pembacanya.
2.Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat UtamaLetak kalimat utama juga turut menentukan jenis paragraf. Penjenisan paragraf berdasarkan letak kalimat utama ini berpijak pada pendapat Sirai, dan kawan-kawan(1985:70-71) yang mengemukakan empat cara meletakkan kalimat utama dalam paragraf.
  (a) Paragraf DeduktifParagraf dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat utama. Kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas yang berfungsi menjelaskan kalimat utama. Paragraf ini biasanya dikembangkan dengan metode berpikir deduktif, dari yang umum ke yang khusus.Dengan cara menempatkan gagasan pokok pada awal paragraf, ini akan memungkinkan gagasan pokok tersebut mendapatkan penekanan yang wajar. Paragraf semacam ini biasa disebut dengan paragraf deduktif, yaitu kalimat utama terletak di awal paragraf.
  (b) Paragraf InduktifParagraf ini dimulai dengan mengemukakan penjelasan-enjelasan atau perincian-perincian, kemudian ditutup dengan kalimat utama. Paragraf ini dikembangkan dengan metode berpikir induktif, dari hal-hal yang khusus ke hal yang umum.
  (c) Paragraf Gabungan atau CampuranPada paragraf ini kalimat topik ditempatkan pada bagian awal dan akhir paragraf. Dalam hal ini kalimat terakhir berisi pengulangan dan penegasan kalimat pertama. Pengulangan ini dimaksudkan untuk lebih mempertegas ide pokok. Jadi pada dasarnya paragraf campuran ini tetap memiliki satu pikiran utama, bukan dua. Contohparagraf campuran seperti dikemukakan oleh Keraf (1989:73):Sifat kodrati bahasa yang lain yang perlu dicatat di sini ialah bahwasanya tiap bahasa mempunyai sistem. Ungkapan yang khusus pula, masing-masing lepas terpisah dan tidak bergantung dari yang lain. Sistem ungkapan tiap bahasa dan sistem makna tiap bahasa dibatasi oleh kerangka alam pikiran bangsa yang memiliki bahasa itu kerangka pikiran yang saya sebut di atas. Oleh karena itu janganlah kecewa apabila bahasa Indonesia tidak membedakan jamak dan tunggal, tidak mengenal kata dalam sistem kata kerjanya, gugus fonem juga tertentu polanya, dan sebagainya. Bahasa Inggris tidak mengenal “unggah-ungguh”. Bahasa Zulu tidak mempunyai kata yang berarti “lembu”, tetapi ada kata yang berarti “lembu putih”, “lembu merah”, dan sebagainya. Secara teknis para linguis mengatakan bahwa tiap bahasa mempunyai sistem fonologi, sistem gramatikal, serta pola semantik yang khusus.
  (d) Paragraf Tanpa Kalimat UtamaParagraf ini tidak mempunyai kalimat utama, berarti pikiran utama tersebar di seluruh kalimat yang membangun paragraf tersebut. Bentuk ini biasa digunakan dalam karangan berbentuk narasi atau deskripsi. Contohparagraf tanpa kalimat utama:Enam puluh tahun yang lalu, pagi-pagi tanggal 30 Juni 1908, suatu benda cerah tidak dikenal melayang menyusur lengkungan langit sambil meninggalkan jejak kehitam-hitaman dengan disaksikan oleh paling sedikit seribu orang di pelbagai dusun Siberi Tengah. Jam menunjukkan pukul 7 waktu setempat. Penduduk desa Vanovara melihat benda itu menjadi bola api membentuk cendawan membubung tinggi ke angkasa, disusul ledakan dahsyat yang menggelegar bagaikan guntur dan terdengar sampai lebih dari 1000 km jauhnya. (Intisari, Feb.1996 dalam Keraf, 1980:74)




   Wacana

Takrif Wacana,Definisi Wacana•Keseluruhan tutur yang merupakan satu kesatuan, ucapan, pertuturan, percakapan.
•Perbincangan atau pertukaran idea secara lisan.
•Kesatuan fikitan yang utuh, sama ada dalam bentuk lisan ataupun tulisan.

ASMAH HAJI OMAR, 1986

•Wacana ialah keseluruhan pelahiran bahasa oleh penutur atau penulis, iaitu sistem bahasa dan unsur-unsur luar daripada sistem bahasa yang menyumbang ke arah menjadikan pertuturan atau tulisan berkenaan sebagai sesuatu yang bermakna dalam berkomunikasi.

KAMUS DEWAN, 1996:1540

•Wacana ini direalisasikan dalam bentuk karangan yang utuh (novel, buku, siri ensiklopedia dan sebagainya), paragraf, kalimat atau kata yang membawa amanat yang lengkap (Harimurti Kridalaksana,1982)

TEKS PRA-U STPM

•Wacana didefinisikan sebagai unit bahasa yang mempunyai kesantunan fikiran yang utuh dan melebihi batas ayat. Dalam hierarki bahasa, wacana terletak pada tingkat yang tertinggi, iaitu hadir selepas tingkat ayat.

KAJIAN BAHASA

•Wacana adalah unit bahasa yang melebihi batas ayat, iaitu boleh terdiri daripada ayat, sejumlah ayat, ceraian, bab, buku, cerita, dialog, dan sebagainya yang dalamnya memperlihatkan hubungan-hubungan dan perkembangan fikiran yang berturutan. Dengan perkataan lain, wacana adalah satu satuan bahasa yang lengkap.

TEKS DAN RUJUKAN LENGKAP BAHASA MELAYU KERTAS 1&2

•Wacana ialah unit bahasa yang melebihi batas ayat. Wacana merupakan satu satuan bahasa yang lengkap kerana sesuatu wacana mungkin terdiri daripada dua atau beberapa gabungan ayat, satu perenggan, satu bab, sebuah buku atau satu siri buku.

KESIMPULANNYA…

•Wacana ialah unit bahasa yang melebihi had ayat yang terdiri daripada ayat, sejumlah ayat, ceraian, bab buku, cerita, dialog, siri buku dan sebagainya yang menunjukkan hubungan-hubungan dan perkembangan fikiran yang berturutan.


[Image]NIS-JENIS WACANA:1. Berdasarkan media penyampaian: wacana lisan dan tulisan
2. Berdasarkan pengungkapan: wacana langsung dan tidak langsung
3. Berdasarkan bentuk : wacana prosa, puisi dan dramaiJENIS-JENIS WACANA•Wacana lisan dihasilkan secara lisan yang melibatkan komunikasi langsungantara penutur dengan pendengar.Dalam wacana lisan, ekspresi wajah, nada
suara, gerak badan dan sebagainya berfungsi untuk menyampaikan sesuatu
perkara kepada pendengar.Contohnya ialah perbualan harian, temu ramah,
ceramah, ucapan, khutbah, siaran televisyen dan radio.•Wacana tulisan pula ialah wacana yang disampaikan secara bertulis yangmelibatkan hubungan antara penulis dengan pembaca.Komunikasi yang
berlaku ialah komunikasi satu arah atau tidak langsung.Penulis tidak mendapat
reaksi pembaca pada masa itu kerana penulis tidak berdepan dengan pembaca.
Contoh wacana tulisan ialah rencana, akhbar, majalah, buku dan novel.


Ada beberapa jenis wacana diantaranya : 1. Deskripsi adalah penggambaran dengan kata-kata suatu benda, tempat, suasana, atau keadaan. Deskripsi merupakan hasil observasi melalui panca indra yang disampaikan secara kronologis. Contoh : Rumah itu dari kejauhan kelihatan angker sekali, menyeramkan. Apalagi jika melihat dari dalam sungguh mengerikan 2. Eksposisi adalah menjelaskan baik peristiwa atau lainnya dan harus berurutan, biasanya tulisan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topic dengan tujuan memberikan informasi atau pengetahuan tambahan. Contoh : mencangkok bukanlah pekerjaan yang sukar. Satu menit saja kita belajar, kita sudah dapat berpraktik dan hasilnya kita tunggu satu, dua bulan caranya sebagai berikut ….3. Argumentasi adalah mengeluarkan pendapat, pendapat ini harus kita perhatikan dengan bukti dan fakta, biasanya tulisan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat atau kesimpulan dengan data, dakta sebagai bukti. Contoh : KB membuat keluarga sejahtera daman dan bahagia dengan dua anak. 4. Persuasi adalah wacana yang mampu mengajak, mempengaruhi dan membujuk atau tulisan ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca untuk berbuat sesuatu. Contoh : kalimat iklan 5. Narasi adalah mengarang atau menceritakan sesuatu baik nyata maupun tidak nyata, biasanya tulisan ini berisi rangkaian peristiwa yang susul menyusul sehingga membentuk alur cerita. Contoh : cerpen

JEDefinisi paragraf
Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal juga dengan nama lain alinea. Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi. Demikian pula dengan paragraf berikutnya mengikuti penyajian seperti paragraf pertama.

Jenis ParagrafBeberapa penulis seperti Sabarti Akhadiah, Gorys Keraf, Soedjito, dan lain-lain membagi paragraf menjadi tiga jenis. Kriteria yang mereka gunakan adalah sifat dan tujuan paragraf tersebut. Berdasarkan hal tersebut, jenis paragraf dibedakan sebagai berikut.1.Jenis Paragraf Berdasarkan Sifat dan TujuannyaKeraf (1980:63-66) memberikan penjelasan tentang jenis paragraf berdasarkan sifat dan tujuannya sebagai berikut.(a) Paragraf PembukaTiap jenis karangan akan mempunyai paragraf yang membuka atau menghantar karangan itu, atau menghantar pokok pikiran dalam bagian karangan itu. Oleh Sebab itu sifat dari paragraf semacam itu harus menarik minat dan perhatian pembaca, serta sanggup menyiapkan pikiran pembaca kepada apa yag sedang diuraikan. Paragraf yang pendek jauh lebih baik, karena paragraf-paragraf yang panjang hanya akan meimbulkan kebosanan pembaca.(b) Paragraf PenghubungParagraf penghubung adalah semua paragraf yang terdapat di antara paragraf pembuka dan paragrafpenutup.Inti persoalan yang akan dikemukakan penulisan terdapat dalam paragraf-paragraf ini. Oleh Sebab itu dalam membentuk paragraf-paragraf penghubung harus diperhatikan agar hubungan antara satu paragraf denganparagraf yang lainnya itu teratur dan disusun secara logis.Sifat paragraf-paragraf penghubung bergantung pola dari jenis karangannya. Dalam karangan-karangan yang bersifat deskriptif, naratif, eksposisis, paragraf-paragraf itu harus disusun berdasarkan suatu perkembangan yang logis. Bila uraian itu mengandung pertentangan pendapat, maka beberapa paragraf disiapkan sebagai dasar atau landasan untuk kemudian melangkah kepada paragraf-paragraf yang menekankan pendapat pengarang.(c) Paragraf PenutupParagraf penutup adalah paragraf yang dimaksudkan untuk mengakhiri karangan atau bagian karangan. Dengan kata lain, paragraf ini mengandung kesimpulan pendapat dari apa yang telah diuraikan dalam paragraf-paragraf penghubung.Apapun yang menjadi topik atau tema dari sebuah karangan haruslah tetap diperhatikan agar paragraf penutup tidak terlalu panjang, tetapi juga tidak berarti terlalu pendek. Hal yang paling esensial adalah bahwaparagraf itu harus merupakan suatu kesimpulan yang bulat atau betul-betul mengakhiri uraian itu serta dapat menimbulkan banyak kesan kepada pembacanya.2.Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat UtamaLetak kalimat utama juga turut menentukan jenis paragraf. Penjenisan paragraf berdasarkan letak kalimat utama ini berpijak pada pendapat Sirai, dan kawan-kawan(1985:70-71) yang mengemukakan empat cara meletakkan kalimat utama dalam paragraf.(a) Paragraf DeduktifParagraf dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat utama. Kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas yang berfungsi menjelaskan kalimat utama. Paragraf ini biasanya dikembangkan dengan metode berpikir deduktif, dari yang umum ke yang khusus.Dengan cara menempatkan gagasan pokok pada awal paragraf, ini akan memungkinkan gagasan pokok tersebut mendapatkan penekanan yang wajar. Paragraf semacam ini biasa disebut dengan paragraf deduktif, yaitu kalimat utama terletak di awal paragraf.(b) Paragraf InduktifParagraf ini dimulai dengan mengemukakan penjelasan-enjelasan atau perincian-perincian, kemudian ditutup dengan kalimat utama. Paragraf ini dikembangkan dengan metode berpikir induktif, dari hal-hal yang khusus ke hal yang umum.(c) Paragraf Gabungan atau CampuranPada paragraf ini kalimat topik ditempatkan pada bagian awal dan akhir paragraf. Dalam hal ini kalimat terakhir berisi pengulangan dan penegasan kalimat pertama. Pengulangan ini dimaksudkan untuk lebih mempertegas ide pokok. Jadi pada dasarnya paragraf campuran ini tetap memiliki satu pikiran utama, bukan dua. Contohparagraf campuran seperti dikemukakan oleh Keraf (1989:73):Sifat kodrati bahasa yang lain yang perlu dicatat di sini ialah bahwasanya tiap bahasa mempunyai sistem. Ungkapan yang khusus pula, masing-masing lepas terpisah dan tidak bergantung dari yang lain. Sistem ungkapan tiap bahasa dan sistem makna tiap bahasa dibatasi oleh kerangka alam pikiran bangsa yang memiliki bahasa itu kerangka pikiran yang saya sebut di atas. Oleh karena itu janganlah kecewa apabila bahasa Indonesia tidak membedakan jamak dan tunggal, tidak mengenal kata dalam sistem kata kerjanya, gugus fonem juga tertentu polanya, dan sebagainya. Bahasa Inggris tidak mengenal “unggah-ungguh”. Bahasa Zulu tidak mempunyai kata yang berarti “lembu”, tetapi ada kata yang berarti “lembu putih”, “lembu merah”, dan sebagainya. Secara teknis para linguis mengatakan bahwa tiap bahasa mempunyai sistem fonologi, sistem gramatikal, serta pola semantik yang khusus.(d) Paragraf Tanpa Kalimat UtamaParagraf ini tidak mempunyai kalimat utama, berarti pikiran utama tersebar di seluruh kalimat yang membangun paragraf tersebut. Bentuk ini biasa digunakan dalam karangan berbentuk narasi atau deskripsi. Contohparagraf tanpa kalimat utama:Enam puluh tahun yang lalu, pagi-pagi tanggal 30 Juni 1908, suatu benda cerah tidak dikenal melayang menyusur lengkungan langit sambil meninggalkan jejak kehitam-hitaman dengan disaksikan oleh paling sedikit seribu orang di pelbagai dusun Siberi Tengah. Jam menunjukkan pukul 7 waktu setempat. Penduduk desa Vanovara melihat benda itu menjadi bola api membentuk cendawan membubung tinggi ke angkasa, disusul ledakan dahsyat yang menggelegar bagaikan guntur dan terdengar sampai lebih dari 1000 km jauhnya. (Intisari, Feb.1996 dalam Keraf, 1980:74)




   Wacana
Takrif Wacana,Definisi Wacana•Keseluruhan tutur yang merupakan satu kesatuan, ucapan, pertuturan, percakapan.
•Perbincangan atau pertukaran idea secara lisan.
•Kesatuan fikitan yang utuh, sama ada dalam bentuk lisan ataupun tulisan.

ASMAH HAJI OMAR, 1986

•Wacana ialah keseluruhan pelahiran bahasa oleh penutur atau penulis, iaitu sistem bahasa dan unsur-unsur luar daripada sistem bahasa yang menyumbang ke arah menjadikan pertuturan atau tulisan berkenaan sebagai sesuatu yang bermakna dalam berkomunikasi.

KAMUS DEWAN, 1996:1540

•Wacana ini direalisasikan dalam bentuk karangan yang utuh (novel, buku, siri ensiklopedia dan sebagainya), paragraf, kalimat atau kata yang membawa amanat yang lengkap (Harimurti Kridalaksana,1982)

TEKS PRA-U STPM

•Wacana didefinisikan sebagai unit bahasa yang mempunyai kesantunan fikiran yang utuh dan melebihi batas ayat. Dalam hierarki bahasa, wacana terletak pada tingkat yang tertinggi, iaitu hadir selepas tingkat ayat.

KAJIAN BAHASA

•Wacana adalah unit bahasa yang melebihi batas ayat, iaitu boleh terdiri daripada ayat, sejumlah ayat, ceraian, bab, buku, cerita, dialog, dan sebagainya yang dalamnya memperlihatkan hubungan-hubungan dan perkembangan fikiran yang berturutan. Dengan perkataan lain, wacana adalah satu satuan bahasa yang lengkap.

TEKS DAN RUJUKAN LENGKAP BAHASA MELAYU KERTAS 1&2

•Wacana ialah unit bahasa yang melebihi batas ayat. Wacana merupakan satu satuan bahasa yang lengkap kerana sesuatu wacana mungkin terdiri daripada dua atau beberapa gabungan ayat, satu perenggan, satu bab, sebuah buku atau satu siri buku.

KESIMPULANNYA…

•Wacana ialah unit bahasa yang melebihi had ayat yang terdiri daripada ayat, sejumlah ayat, ceraian, bab buku, cerita, dialog, siri buku dan sebagainya yang menunjukkan hubungan-hubungan dan perkembangan fikiran yang berturutan.


[Image]NIS-JENIS WACANA:1. Berdasarkan media penyampaian: wacana lisan dan tulisan
2. Berdasarkan pengungkapan: wacana langsung dan tidak langsung
3. Berdasarkan bentuk : wacana prosa, puisi dan dramaiJENIS-JENIS WACANA•Wacana lisan dihasilkan secara lisan yang melibatkan komunikasi langsungantara penutur dengan pendengar.Dalam wacana lisan, ekspresi wajah, nada
suara, gerak badan dan sebagainya berfungsi untuk menyampaikan sesuatu
perkara kepada pendengar.Contohnya ialah perbualan harian, temu ramah,
ceramah, ucapan, khutbah, siaran televisyen dan radio.•Wacana tulisan pula ialah wacana yang disampaikan secara bertulis yangmelibatkan hubungan antara penulis dengan pembaca.Komunikasi yang
berlaku ialah komunikasi satu arah atau tidak langsung.Penulis tidak mendapat
reaksi pembaca pada masa itu kerana penulis tidak berdepan dengan pembaca.
Contoh wacana tulisan ialah rencana, akhbar, majalah, buku dan novel.




Ada beberapa jenis wacana diantaranya : 
1. Deskripsi adalah penggambaran dengan kata-kata suatu benda, tempat, suasana, atau keadaan. Deskripsi merupakan hasil observasi melalui panca indra yang disampaikan secara kronologis. Contoh : Rumah itu dari kejauhan kelihatan angker sekali, menyeramkan. Apalagi jika melihat dari dalam sungguh mengerikan 
2. Eksposisi adalah menjelaskan baik peristiwa atau lainnya dan harus berurutan, biasanya tulisan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topic dengan tujuan memberikan informasi atau pengetahuan tambahan. 
Contoh : mencangkok bukanlah pekerjaan yang sukar. Satu menit saja kita belajar, kita sudah dapat berpraktik dan hasilnya kita tunggu satu, dua bulan caranya sebagai berikut ….
3. Argumentasi adalah mengeluarkan pendapat, pendapat ini harus kita perhatikan dengan bukti dan fakta, biasanya tulisan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat atau kesimpulan dengan data, dakta sebagai bukti. 
Contoh : KB membuat keluarga sejahtera daman dan bahagia dengan dua anak. 
4. Persuasi adalah wacana yang mampu mengajak, mempengaruhi dan membujuk atau tulisan ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca untuk berbuat sesuatu. 
Contoh : kalimat iklan 
5. Narasi adalah mengarang atau menceritakan sesuatu baik nyata maupun tidak nyata, biasanya tulisan ini berisi rangkaian peristiwa yang susul menyusul sehingga membentuk alur cerita. 
Contoh : cerpen










Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More